Marquee

Informasi yang Diberikan Hanya Sebagai Bacaan, Penunjuk Arah atau Bahan Pembanding dari Buku Referensi Aslinya.

Laman

Iklan

Jumat, 01 Juli 2011

Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.
Kemudian Gagne mengartikan media sebagai berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Heinich, Molenda, Russel (1996:8) menyatakan bahwa : “A medium (plural media) is a channel of communication, example include film, television, diagram, printed materials, computers, and instructors. (Media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, komputer, dan instruktur)”. AECT (Assosiation of Education and Communication Technology, 1977), memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. NEA (National Education Assosiation) memberikan batasan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio visual, serta peralatanya.

Media pembelajaran dapat juga diartikan sebagai suatu cara, alat, atau proses yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan yang berlangsung dalam proses pendidikan. Ramiszowski mengungkapkan “media” as the carriers on messages, from some transmitting source which may be a human being or inanimate object), to the receiver of the message (which in our case is the learner).
Jenis media dalam pembelajaran adalah :
1. Media grafis seperti gambar, foto, grafik, bagan, diagram, kartun, poster, dan komik.
2. Media tiga dimensi yaitu media dalam bentuk model padat, model penampang, model susun, model kerja, dan diorama.
3. Media proyeksi seperti slide, film stips, film, dan OHP
4. Lingkungan sebagai media pembelajaran

Menurut wilkinson, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih media pembelajaran, yakni :
1. Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Tujuan yang dirumuskan ini adalah kriteria yang paling cocok, sedangkan tujuan pembelajaran yang lain merupakan kelengkapan dari kriteria utama.
2. Ketepatgunaan
Jika materi yang akan dipelajari adalah bagian-bagian yang penting dari benda, maka gambar seperti bagan dan slide dapat digunakan. Apabila yang dipelajarai adalah aspek-aspek yang menyakut gerak, maka media film atau video akan lebih tepat. Wilkinson menyatakan bahwa penggunaan bahan-bahan yang bervariasi menghasilkan dan meningkatkan pencapain akademik.
3. Keadaan siswa
Media akan efektif digunakan apabila tidak tergantung dari beda interindividual antara siswa. Misalnya kalau siswa tergolong tipe auditif/visual maka siswa yang tergolong auditif dapat belajar dengan media visual dari siswa yang tergolong visual dapat juga belajar dengan menggunakan media auditif.
4. Ketersediaan
Walaupun suatu media dinilai sangat tepat untuk mencapai tuuan pembelajaran, media tersebut tidak dapat digunakan jika tidak tersedia. Menurut wilkinson, media merupakan alat mengajar dan belajar, peralatan tersebut harus tersedia ketika dibutuhkan untuk memenuhi keperluan siswa dan guru.
5. Biaya
Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh dan menggunakan media, hendaknya benar-benar seimbang dengan hasil-hasil yang akan dicapai.

Menurut Canei, R. Springfield, dan Clark., C. (1998 : 62) dasar pemilihan alat bantu visual adalah memilih alat bantu yang sesuai dengan kematangan, minat dan kemampuan kelompok, memilih alat bantu secara tepat untuk kegiatan pembelajaran, mempertahankan keseimbangan dalam jenis alat bantu yang dipilih, menghindari alat bantu yang berelebihan, serta mempertanyakan apakah alat bantu tersebut diperlukan dan dapat mempercepat pembelajaran atau tidak.

Dalam kaitannya dengan ciri-ciri media pembelajaran, Hamalik (1985:23) mengungkapkan media pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Media pendidikan identik artinya dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata ”raga” artinya suatu benda yang dapat diraba, dilihat, didengar. Dan dapat diamati melalui panca indera.
2. Tekanan utama terletak pada benda-benda atau hal-hal yang dapat dilihat atau didengar.
3. Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan siswa.
4. Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
5. Berdasarkan poin 3 dan 4, maka pada dasarnya media pengajaran merupakan sebuah perantara dan digunakan dalam dunia pendidikan.
6. Media pendidikan mengandung aspek-aspek sebagai alat dan teknik, yang sangat erat kaitannya dengan metode mengajar.

Manfaat media pembelajaran dalam proses pembelajaran sangat banyak, Hamalik (1985: 27) mengemukakan sebagai berikut:
1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
2. Memperbesar perhatian para siswa, meningkatkan kegairahan belajar, meningkatkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.
3. Meletakkan dasar-dasar penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
4. Memberikan pengalaman yang nyata sehingga dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa menurut kemampuan dan minatnya.
5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan terus-menerus, hal itu terutama terdapat dalam gambar hidup.
6. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton (Tn. 1985) yaitu:
1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar
2. Pembelajaran dapat lebih menarik
3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar
4. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek
5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan
8. Peran guru berubahan kearah yang positif

Teori brets yang diterjemahkan oleh Sadiman, dkk (1992: 35-36) mengatakan bahwa ’Ciri utama media menjadi tiga unsur pokok, yaitu: suara, visual dan gerak’. Lebih jauh lagi Sadiman, dkk (1991: 206) mengelompokan media pembelajaran menjadi tiga bagian yaitu:
1. Media Auditif (media dengar)
Media ini mengandalkan kemampuan suara yang digunakan untuk merangsang indera pendengaran pada waktu proses penyampaian bahan pembelajaran, misalnya: kaset, piringan hitam dan radio tape recorder.
2. Media Visual (media pandang atau lihat)
Media visual mengandalkan indera penglihatan, digunakan untuk membantu indera penglihatan pada saat menerima mata pelajaran, misalnya: gambar, diagram, chart, peta (globe), slide film dan film bisu.
3. Media Audiovisual (media pandang dengar)
Media ini mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media auditif dan media visual, misalnya: film, televisi, video casette dan komputer.

Brets membedakan antara media siar (telecommunication) dengan media rekam (record) menjadi delapan delapan kalsifikasi, yaitu:
a) Media audio motion visual, yakni media yang mempunyai suara, ada gerakan, dan bentuk objeknya dapat dilihat.
b) Media audio still visual, yakni media yang memiliki suara, objeknya dapat dilihat, namun tidak ada gerakan.
c) Media audio motion, mempunyai suara dan gerak namun tidak menampilkan suatu gerakan secara utuh seperti tele writing atau tele board.
d) Media motion visual, media yang mempunyai objek bergerak.
e) Media still visual, ada objek namun tidak ada gerakan, seperti film strip, microform, gambar.
f) Media semi motion, yakni menggunakan garis dan tulisan seperti teleautograf.
g) Media audio, hanya menggunakan suara, seperti radio, telepon.
h) Media cetakan, hanya menampilkan simbol-simbol tertentu yaitu huruf.

Berdasarkan karakteristik yang dikandung oleh media, maka Sudjana dan Rivai (2005: 5) mengemukakan pedoman pertimbangan pemilihan media sebagai berikut:
a. Ketepatannya dengan tujuan pengajaran; artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
b. Dukungan terhadap isi bahan pelajaran; artinya bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sanga memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa.
c. Kemudahan memperoleh media; artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya.
d. Keterampilan guru dalam menggunakannya; apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.
e. Tersedia waktu untuk menggunakannya; sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung.
f. Sesuai dengan taraf berpikir siswa; memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalamnya dapat dipahami oleh para siswa.

Ali (1993: 72) mengemukakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media, yaitu:
a) Jenis kemampuan yang ingin dicapai sesuai dengan tujuan sebagaimana diketahui bahwa tujuan pengajaran itu menjangkau daerah kognitif, afektif dan psikomotor.
b) Kegunaan dari berbagai jenis media mempunyai nilai kegunaan masing-masing. Hal ini harus dijadikan bahan pertimbangan suatu jenis media.
c) Kemampuan guru dalam menggunakan satu jenis media, betapa tingginya nilai kegunaan tidak akan memberikan manfaat sedikitnya ditangan orang yang tidak mampu menggunakannya.
d) Fleksibilitas tahan lama dan kenyamanan media. Memilih media harus dipertimbangkan kenyamanan dalam artian dapat digunakan dalam berbagai situasi, strategi, tahan lama, hemat biaya dan tidak berbahaya jika digunakan.
e) Keefektifan suatu media jika dibandingkan dengan jenis media lain untuk digunakan dalam pengajaran suatu bahan tertentu.

Referensi
1. Hamalik, O. (1985). Media Pendidikan. Bandung: PT. Citra Aditya Bhakti.
2. Sadiman, Arief, dkk. (2005). Media Pendidikan. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
3. Sudjana, N dan Rivai, A. (1989). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
4. Hermawan, AD. (2007). Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Sub Kompetensi Identifikasi Engine dan Komponennya. Skripsi pada JPTM FPTK UPI Bandung: tidak diterbitkan
5. ____. (2006). Hakikat Media dalam Pembelajaran. [Online]. Tersedia: http://kurtek.upi.edu/media/sources/BAB%201.doc [14 Mei 2008]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Banner

Adsense Indonesia